Materi Peribahasa: Pengertian, Ciri Ciri, Jenis dan Contoh Peribahasa

Materi Peribahasa: Pengertian, Ciri Ciri, Jenis dan Contoh Peribahasa - Ketika duduk di bangku sekolah menengah, kita akan diberikan pembelajaran tentang peribahasa. Meski termasuk dalam cabang karya sastra, tapi peribahasa memiliki perbedaan signifikan dengan puisi ataupun pantung. Kalian harus menelaah dan menginterpretasikan kalimat peribahasa untuk mengerti maksudnya. Hal ini tentunya berbeda jauh dengan pantun dan puisi yang mana maksud disampaikan secara tertulis menggunakan ritme.

Pengertian Peribahasa, Ciri Ciri, Jenis dan Contohnya
Ilustrasi Peribahasa

Pengertian peribahasa, ciri-ciri peribahasa, jenis, dan contoh peribahasa menjadi pertanyaan umum di kalangan siswa. Peribahasa Indonesia merupakan pernyataan emosi yang digunakan untuk menggambarkan ketidakmampuan, emosi atau kecewa dalam bentuk ungkapan tersurat. Peribahasa sendiri berbeda dengan pantun. Meskipun penyampaian maksud kata katanya tidak secara langsung, namun struktur susunan katanya berbeda. Contohnya saja dalam pantun terdapat susunan kata yang termasuk sampiran dan isi, sedangkan dalam peribahasa tidak mengandung kedua hal ini.

Pada dasarnya latar bahasa dan agama yang berbentuk kelembutan dan kesopanan memang dikenal dalam masyarakat Melayu. Bahkan kesatuan bahasa lebih dititikberatkan oleh masyarakat melayu ini karena secara terang terangan mengungkapkan perasaan tidak puas hati dan niat sebenarnya tidak suka dilepaskan. Berkomunikasi dalam kebudayaan melayu memang menggunakan percakapan secara tidak langsung agar maksud sebenarnya dapat tersampaikan. Percakapan tidak langsung ini dapat dilakukan dengan cara komunikasi seperti penggunakan peribahasa.

Materi Peribahasa: Pengertian, Ciri Ciri, Jenis dan Contoh Peribahasa

Istilah peribahasa tentunya sudah kalian dengar bahkan semenjak berada di bangku sekolah dasar. Misalnya "air beriak tanda tak dalam"yang artinya orang banyak bicara biasanya tidak pandai. Berbeda lagi dengan "air tenang menghanyutkan" yang bermakna orang pintar memiliki pembawaan tenang. Peribahasa dalam Bahasa Indonesia memang sangat banyak dengan arti yang berbeda-beda.

Hal ini disebabkan oleh faktor masyarakat indonesia yang majemuk dan akhirnya memunculkan jenis peribahasa baru. Kita pun bisa mengklasifikasikanya menjadi beberap jenis berdasar tema dan tujuan peribahasa itu sendiri.

Para ahli sepakat mengklasifikasikan peribahasa sebagai salah satu cabang ilmu dalam sastra indonesia. Karena maksud atau tujuan disampaikan menggunakan ungkapan perbandingan. Ya, contoh peribahasa tidak serta merta menggunakan pola perumpamaan saja. Nah pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang pengertian peribahasa, ciri ciri peribahasa, jenis jenis peribahasa dan contoh peribahasa.


Apa Itu Peribahasa

Pengertian peribahasa ialah kelompok kalimat atau kata yang digunakan untuk mengungkapkan kondisi seseorang, perbuatan, kelakuan atau sebuah maksud tentang diri seseorang. Peribahasa ini memiliki beberapa cakupan seperti pepatan, tamsil/ibarat, pameo/bidal, ungkapan, perumpamaan, maupun semboyan. Selain itu peribahasa juga dapat didefinisikan sebagai ungkapan yang penyampaiannya secara tersirat namun sebenarnya tidak langsung untuk dapat dipahami oleh para pendengar atau pembacanya. 
Sedangkan pengertian peribahasa menurut kamus linguistik adalah penggalan kalimat yang sudah membeku fungsi, bentuk dan maknanya dalam masyarakat. Peribahasa ini memiliki ciri ciri di dalamnya yang dapat membedakannya dengan istilah Bahasa Indonesia lainnya. Di bawah ini terdapat pembahasan mengenai ciri ciri peribahasa, jenis jenis peribahasa dan contoh peribahasa. Berikut penjelasan selengkapnya:

Ciri Ciri Peribahasa

Sebagai salah satu cabang sastra, peribahasa memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan pantun dan puisi. Lantas apa saja ciri-ciri peribahasa tersebut? simaklah poin-poin berikut ini:
  • Susunan strukturnya tetap sehingga tidak dapat diubah arti kata kata didalamnya karena sudah pasti.
  • Peribahasa berguna untuk memperindah bahasa dan menyindir.
  • Menggunakan kata kata yang memiliki makna, enak didengar dan teratur.
  • Penciptaan atau pembuatannya menurut perbandingan dan pandangan terhadap peristiwa atau alam yang sangat teliti karena terjadi dalam masyarakat.
  • Pembentukan bahasa menggunakan ikatan bahasa yang indah dan padat sehingga secara turun temurun dapat melekat dalam masyarakat.

Jenis Jenis Peribahasa

Setelah menjelaskan tentang pengertian peribahasa dan ciri ciri dari peribahasa di atas. Selanjutnya saya akan membagikan macam macam peribahasa. Berikut jenis jenisnya yaitu:

Ungkapan

Pengertian ungkapan ialah kalimat yang sifatnya kiasan untuk menyatakan sifat atau kondisi seseorang menggunakan beberapa patah kata atau pepatah. Misalnya besar kepala, kabar angin, panjang tangan dan sebagainya.

Pepatah

Jenis jenis peribahasa selanjutnya ialah pepatah. Pepatah ialah peribahasa yang berguna untuk mematahkan lawan bicara dengan kandungan nasehat nasehat dari orang tua di dalamnya. Misalnya biar lambat asal selamat, bagai kejatuhan bulan, sedikit sedikit lama lama menjadi bukit, kecil kecil cabai rawit dan sebagainya.

Perumpamaan

Pengertian peribahasa perumpamaan ialah macam peribahasa yang mengandung ungkapan kata kata tingkah laku atau kondisi seseorang saat dibandingkan dengan alam sekitar serta diawali dengan kata seperti, bak, bagai dan sebagainya. Misalnya bagaikan gajah yang menyembunyikan gadingnya.

Tamsil/Ibarat

Pengertian tamsil atau ibarat ialah peribahasa yang menggunakan kata ibarat sehingga berbentuk kalimat kiasan dengan tujuan membandingkan sebuah hal atau perkata. Misalnya tua tua keladi, makin tua makin jadi.

Semboyan

Jenis jenis peribahasa selanjutnya ialah semboyan. Semboyan ialah sekumpulan frasa, kata atau kalimat yang berguna untuk pedoman atau prinsip. Misalnya hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai, bersih pangkal sehat.

Pameo/Bidal

Pameo atau bidal ialah peribahasa yang memuat ejekan, peringatan dan sindiran di dalamnya. Misalnya malu bertanya sesat dijalan, bagai kerakap di atas batu, hidup segan mati tak mau.

Contoh Peribahasa

Setelah membahas tentang pengertian peribahasa, ciri ciri peribahasa dan jenis jenis peribahasa di atas. Selanjutnya saya akan membagikan tentang contoh peribahasa. Adapun beberapa contoh dari peribahasa yaitu sebagai berikut:
  1. Ada udang dibalik batu artinya terdapat maksud tertentu yang tersembunyi.
  2. Ada gula ada semut artinya dimana kesenangan itu berada pasti banyak berdatangan orang.
  3. Air beriak tanda tak dalam artinya biasanya orang yang banyak bicara tidak memiliki ilmu banyak.
  4. Bagai air di daun talas artinya orang selalu berubah ubah atau tidak memiliki pendirian.
  5. Bagai ayam kehilangan induk artinya bercerai berai dikarenakan oleh tumpuan yang dihilangkan.
  6. Bagai makan buah simalakama artinya dua pilihan yang dihadapkan pada seseorang, namun sulit untuk dipilih.
  7. Anjing menggonggong, khalifah berlalu artinya kita tidak boleh putus asa meskipun usaha kita banyak sekali halangannya.
  8. Tong kosong nyaring bunyinya artinya biasanya orang bodoh memang bicaranya banyak.
  9. Seperti katak dalam tempurung artinya orang yang pengetahuannya tidak banyak.
  10. Besar pasak daripada tiang artinya pengeluaran yang banyak dibandingkan pendapatan atau pemasukan.
  11. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing artinya bersama sama menanggung baik, buruk, suka dan duka.
  12. Bermain air basah, bermain api hangus artinya pasti ada susah atau resiko dalam masing masing pekerjaan atau usaha.
  13. Belum beranak sudah ditimang artinya belum mendapat hasil namun lebih dulu telah bersenang senang.
  14. Belum bertaji hendak berkokok artinya belum bekuasa/berilmu/kaya namun telah menyombongkan diri.
  15. Bagai kacang lupa kulitnya artinya orang yang lupa asalnya atau tidak tahu diri.
Demikianlah penjelasan mengenai pengertian peribahasa, ciri ciri peribahasa, jenis jenis peribahasa dan contoh peribahasa. Peribahasa merupakan kelompok kalimat atau kata yang digunakan untuk mengungkapkan kondisi seseorang, perbuatan, kelakuan atau sebuah maksud tentang diri seseorang. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah membaca materi peribahasa Indonesia di atas.

0 Response to "Materi Peribahasa: Pengertian, Ciri Ciri, Jenis dan Contoh Peribahasa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel