Contoh Besaran Pokok dan Besaran Turunan Lengkap

Contoh Besaran Pokok dan Besaran Turunan Lengkap - Dalam ilmu Fisika pasti kita sering menggunakan istilah besaran. Besaran yang digunakan untuk mengukur ini memiliki masing masing satuan yang berbeda beda. Hal ini dikarenakan benda yang diukurpun juga berbeda beda. Misalnya saja anda mengukur panjang menggunakan satuan jengkal. Dari pengukuran tersebut diperoleh hasil pengukuran berupa lima jengkal. Maka dari itu besaran panjang meja telah dibandingkan dengan panjang jengkal anda. Besaran tersebut tidak hanya berupa pengukuran panjang saja, namun masih ada lagi beberapa pengukuran menggunakan jenis besaran yang berbeda beda. Bahkan satuan yang digunakanpun juga berbeda. Misalnya saja besaran panjang yang memiliki satuan cm, meter, jengkal dan sebagainya.

Ketika di bangku sekolah, pasti kita juga telah diajarkan mengenai materi besaran dalam ilmu Fisika. Besaran tersebut dapat di bagi menjadi dua jenis yakni besaran pokok dan besaran turunan. Apakah anda tahu apa pengertian besaran pokok itu? Apa pengertian besaran turunan? Apa saja contoh besaran pokok? Apa saja contoh besaran turunan? Pada umumnya besaran turunan dan besaran pokok dalam Fisika dapat digunakan untuk kehidupan sehari hari. Contohnya saja kecepatan yang digunakan oleh mobil Formula 1. Besar laju kecepatan mobil tersebut ialah 200 km/jam. Kecepatan mobil ini lebih cepat dibandingkan kecepatan kuda yang besarnya hanya 70 km/jam. Bagaimana cara mengetahui perbedaan kecepatan dari mobil dan kuda tersebut? Hal ini dapat diketahui melalui proses pengukuran kecepatan.
Besaran Pokok dan Besaran Turunan
Seperti yang telah kita ketahui bahwa pengukuran dalam kehidupan sehari hari memang tidak terlepas dari adanaya besaran Fisika ini. Untuk itulah besaran Fisika memiliki peran penting dalam menentukan hal hal yang berkaitan dengan pengukuran tersebut. Selain itu materi besaran Fisika ini juga sering dijadikan sebagai bahan soal soal ujian, baik ujian sekolah maupun ujian Nasional. Untuk itu anda harus memahami apa pengertian besaran pokok dan pengertian besaran turunan. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan lengkap.

Contoh Besaran Pokok dan Besaran Turunan Lengkap

Pengertian besaran secara umum ialah sesuatu yang dapat dinyatakan dan diukur menggunakan angka. Besaran ini dipelajari dalam ilmu Fisika. Selain itu besaran Fisika juga terdiri dari dua jenis yaitu besaran Pokok dan besaran Turunan. Kedua jenis besaran Fisika ini berbeda karena pengertian dan contohnyapun tidak sama. Dalam ilmu Fisika tersebut terdapat istilah mengenai besaran dan satuan. Kedua hal ini sering disamakan satu sama lain, meskipun sebenarnya berbeda. Besaran digunakan untuk mengukur sesuatu yang akan ditentukan. Misalnya saja suhu, waktu, panjang dan sebagainya. Sedangkan satuan berguna untuk membandingkan hasil pengukuran besaran. Misalnya saja detik, jam, meter, kilometer, menit, dan sebagainya.
Baca juga : Contoh Hukum 1, 2, 3 Newton Dalam Kehidupan Sehari Hari Lengkap
Besaran sering dikaitkan dengan hal hal yang bisa diukur, sedangkan satuan dikaitkan dengan hal hal yang membandingkan masing masing 1 besaran. Misalnya saja satuan panjang berupa meter, satuan waktu berupa jam dan sebagainya. Besaran dalam ilmu Fisika ini biasanya digunakan untuk mengukur waktu tempuh, mengukur arus listrik, menimbang benda, mengukur kecepatan benda dan sebagainya. Di bawah ini terdapat pembahasan mengenai pengertian besaran pokok, contoh besaran pokok, pengertian besaran turunan dan contoh besaran turunan. Berikut penjelasan selengkapnya:

Besaran Pokok

Pengertian besaran pokok ialah besaran yang terlebih dahulu telah memiliki satuan terdefinisi dan tidak bisa diuraikan lagi menjadi besaran lainnya. Para ahli Fisika di dunia telah menyepakati bahwa besaran pokok terdiri dari beberapa jenis/contoh. Adapun jenis jenis besaran pokok dalam Fisika yaitu:

  • Panjang memiliki satuan SI berupa meter (m).
  • Massa memiliki satuan SI berupa kilogram (kg).
  • Waktu memiliki satuan SI berupa sekon (s).
  • Kuat arus listrik memiliki satuan SI berupa ampere (A).
  • Suhu memiliki satuan SI berupa kelvin (K).
  • Intensitas cahaya memiliki satuan SI berupa kandela (Cd).
  • Jumlah zat memiliki satuan SI berupa mol.
Hal hal di atas merupakan macam macam besaran pokok yang juga termasuk dalam contoh besaran pokok. Agar anda lebih memahami mengenai materi besaran pokok ini, maka saya akan menjelaskan masing masing jenis besaran pokok tersebut. Adapun penjelasannya yaitu:

Panjang
Besaran panjang biasanya digunakan untuk mengukur panjang dari sebuah benda. Panjang tersebut memiliki Satuan Internasioanl (SI) berupa meter (m). Selain itu dimensi yang dimiliki oleh panjang juga dapat berupa [L]. Dalam ruang hampa terdapat cahaya yang menempuh jarak selama 1/299.792.458 sekon yang dinamakan dengan satu meter.

Massa
Jenis besaran pokok selanjutnya ialah massa. Besaran massa berguna dalam pengukuran kandungan materi atau massa benda. Satuan Internasional (SI) dari massa tersebut dapat berupa kilogram (kg) dengan dimensi [M]. Logam platina dan iridium yang dicampur menjadi massa silinder logam dan disimpan di Intenational Bureau of Weights and Measures di kota Sevres, Prancis secara ketat dapat dinamakan sebagai massa satu kilogram.

Waktu
Contoh besaran pokok selanjutnya ialah besaran waktu. Besaran ini berguna dalam pengukuran waktu sebuah kejadian atau peristiwa. Waktu memiliki alat ukur yang berupa Stopwatch. Satuan internasional (SI) yang dimiliki oleh waktu dapat berupa sekon dengan dimensi [T]. Getaran atom Cesium 133 membutuhkan selang waktu sebanyak 9.192.631.770 kali yang dapat dinyatakan sebagai waktu satu sekon.
Baca juga : Rumus Percepatan Beserta Cara Menghitungnya dan Contoh Soal
Suhu
Setelah memahami tetang pengertian besaran pokok. Selanjutnya saya akan menjelaskan tentang macam besaran pokok yang berupa suhu. Suhu sendiri dapat diartikan sebagai pengukuran panas dari sebuah benda. Satuan Internasional (SI) yang dimiliki oleh suhu dapat berupa Kelvin (K). Suhu dapat diukur menggunakan alat yang bernama Termometer.

Kuat Arus Listrik
Jenis besaran pokok selanjutnya ialah kuat arus listrik. Kuat arus listrik berguna dalam pengukuran arus listrik dari tempat yang satu ke tempat lainnya. Dimensi kuat arus listrik dapat berupa [I] dengan satuan internasional (SI) seperti Ampere (A). Muatan satu Coulomb dapat dipindahkan setiap detik menggunakan kuat arus listrik yang dinyatakan sebagai satu ampere.

Intensitas Cahaya
Contoh besaran pokok selanjutnya ialah intensitas cahaya. Kegunaan besaran ini ialah untuk mengetahui cahaya yang jatuh pada benda apakah terang ataupun tidak. Satuan internasional yang dimiliki oleh Intensitas Cahaya dapat berupa Kandela (Cd) dengan dimensi [J]. Radiasi monokromatik yang dipancarkan oleh intensitas dengan frekuensi 540 x 1012 Hz  dan 1/683 watt per radian pada intensitas radian dapat dinyatakan sebagai satu candela.

Jumlah Zat
Jenis besaran pokok selanjutnya ialah besaran jumlah zat. Kegunaan besaran ini terdapat dalam pengukuran jumlah partikel benda yang terkandung di dalamnya. Satuan Internasional (SI) yang dimiliki oleh besaran jumlah zat dapat berupa mol dengan dimensi [N]. Jumlah 12 gram atom karbon -12 yang sebanding atau sama dengan jumlah zat dapat dinyatakan sebagai satu mol.

Besaran Turunan

Setelah menjelaskan tentang pengertian besaran pokok dan contoh besaran pokok di atas. Selanjutnya saya akan membahas tentang pengertian besaran turunan dan contoh besaran turunan. Besaran turunan dapat diartikan sebagai sebuah besaran yang asal satuannya dari beberapa besaran pokok yang digabungkan. Besaran turunan ini memiliki jumlah yang sangat banyak, karena besaran besaran Fisika hampir semuanya termasuk dalam besaran turunan. Adapun beberapa contoh dari besaran turunan yang sering kita jumpai yaitu massa jenis (besaran massa yang dikombinasikan dengan pembagian besaran turunan volume), luas (perkalian dari kombinasi besaran panjang), kecepatan (besaran panjang yang dikombinasikan dengan pembagian besaran waktu) dan sebagainya. Adapun tabel beberapa jenis besaran turunan yaitu sebagai berikut:
Baca juga : Contoh Soal Tumbukan Lenting Sebagian dan Pembahasan Lengkap

Pengukuran Besaran Fisika

Setelah menjelaskan tentang pengertian besaran pokok, pengertian besaran turunan, contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan. Selanjutnya saya akan membahas tentang pengukuran besaran Fisika. Di lingkungan sekitar kita pada dasarnya banyak sekali peristiwa yang berhubungan dengan pengukuran. Misalnya saja tekanan darah pasien yang diukur oleh dokter, penimbangan bayi di puskesmas, pengukuran arus listrik, dan sebagainya. Secara umum pengukuran dapat diartikan sebagai aktivitas untuk memperoleh data pasti dengan membandingkan satu besaran dan besaran lainnya. Dalam ilmu Fisika tersebut terdapat teori yang sama dengan hasil pengukurannya. Apabila hasil pengukuran dengan teorinya tidak sama, maka bisa saja terjadi penolakan teori tersebut. Maka dari itu kevalidan data merupakan dasar yang sangat penting dalam pengukuran Fisika.

Untuk mengukur sebuah benda tentunya terdapat beberapa alat pendukung yang digunakan. Alat ini dikenal dengan alat ukur seperti jangka sorong dan mistar untuk mengukur panjang, timbangan untuk mengukur massa dan masih banyak lagi. 

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian besaran pokok, pengertian besaran turunan, contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan lengkap. Para ahli Fisika pada umumnya menggunakan satuan baku dalam konsep besaran pokok dan besaran turunan yang berupa Satuan Internasional (SI). Untuk itu pengukurannya dapat dicocokkan dengan mudah. Selain itu sifat dari sistem pengukuran ini berupa Universal, karena negara di dunia manapun menggunakan sistem tersebut. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

0 Response to "Contoh Besaran Pokok dan Besaran Turunan Lengkap"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel