Penyebab Jatuhnya Pemerintahan Orde Baru Beserta Kronologi

Penyebab Jatuhnya Pemerintahan Orde Baru Beserta Kronologi - Orde baru adalah masa pemerintahan Presiden Soeharto sekitar tahun 1966 - 1998 di Indonesia. Masa pemerintahan Soeharto memang tergolong cukup lama dibandingkan masa pemerintahan Presiden Indonesia lainnya. Dengan rentang waktu pemerintahan yang panjang membuat berbagai sektor kehidupan di Indonesia mengalami perkembangan dan pertumbuhan, baik dalam segi pembangunan, ekonomi, sampai pendidikan. Meski begitu adapula beberapa penyebab jatuhnya pemerintahan Orde Baru dan kronologi jatuhnya pemerintahan Orde Baru. Fase kemunduran ini disebabkan oleh adanya rezim, dibalik adanya masa kejayaan pemerintahan Orde Baru yang pernah terjadi.
Pemerintahan Orde Baru
Masa reruntuhan pemerintahan orde baru memang diakibatkan oleh berbagai rezim karena di masyarakat banyak sekali kejadian masalah yang cukup kompleks. Pada akhirnya permasalahan mencapai puncak ketika pemerintahan Soeharto ingin dilengserkan. Di kala itu Presiden Soeharto dijuluki dengan nama The Smiling General. Namun karena menuruti permintaan rakyatnya, maka Soeharto resmi mengundurkan diri sebagai presiden Indonesia pada tanggal 21 Mei 1998. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang penyebab jatuhnya pemerintahan Orde Baru beserta kronologi jatuhnya pemerintahan Orde Baru. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Penyebab Jatuhnya Pemerintahan Orde Baru Beserta Kronologi

Dalam pembahasan kali ini saya akan membaginya menjadi dua sub menu yakni faktor penyebab jatuhnya pemerintahan Orde Baru dan kronologi jatuhnya pemerintahan Orde Baru. Berikut penjelasan selengkapnya:
Baca juga : Peninggalan Kerajaan Buleleng Beserta Penjelasan

Penyebab Jatuhnya Pemerintahan Orde Baru

Ketika masa pemerintahan Orde Baru berakhir, disaat itu pula banyak krisis moneter yang melanda, kekerasan dan kasus pelanggaran HAM. Bahkan juga terjadi kemarau dasyat yang mengakibatkan kegagalan panen meskipun kejadian ini belum pernah terjadi selama 50 tahun terakhir. Runtuhnya pemerintahan orde baru dikarenakan adanya rezim, apalagi ditambah dengan masalah krisis keuangan yang terjadi di kawasan Asia.

Faktor penyebab jatuhnya pemerintahan Orde baru memang terdiri dari banyak hal. Salah satunya ialah sikap ketidakadilan dalam bidang hukum, politik, dan ekonomi. Selama 32 tahun, Indonesia dipimpin oleh Presiden Soeharto pada masa pemerintahan Orde Baru. Namun pelaksanaan pemerintahan Orde Baru semakin lama tidak konsekuen dan konsisten dengan tekad awal pembentukannya. Pada tahun 1966, pemerintahan Orde baru sudah terbentuk dengan tekad awal yakni secara konsekuen dan murni melaksanakan UUD 1945 dan Pancasila dalam tatanan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Setelah pemerintahan dikendalikan dan kekuasaannya dipegang oleh Orde Baru, disinilah timbul harapan untuk mempertahankan kekuasaannya secara terus menerus (status quo). Hal ini tentunya menyebabkan hal hal negatif seperti tekad awal Orde Baru yang menjadi semakin jauh.

Pada akhirnya banyak sekali kejadian penyelewengan. Pemerintahan Orde baru banyak melalukan penyimpangan terhadap ketentuan dalam UUD 1945 dan nilai nilai yang terdapat dalam Pancasila. Rekayasa penyimpangan dan penyelewengan tersebut ialah untuk menjaga kepentingan penguasa sehingga meskipun rakyat dirugikan tetapi tetap dianggap benar dan sah. Di bawah ini terdapat beberapa faktor penyebab jatuhnya pemerintahan orde baru yaitu meliputi:
  • Krisis Moneter. Di beberapa negara yang ditimpa krisis moneter, hanya satu negara yang terlemah dalam menangani krisis tersebut yakni negara Indonesia.
  • Krisis Ekonomi. Semakin rendahnya daya beli masyarakat karena tingginya tingkat pengangguraan di negara tersebut.
  • Krisis Politik. Perkembangan dalam krisis politik yang melanda tidak dapat diatasi oleh pemerintah di kala itu.
  • Krisis Sosial. Para mahasiswa banyak melakukan kekacauan dimana mana yang menyebabkan terjadinya kerusuhan saat itu.
  • Krisis Hukum. Pada masa orde baru terdapat sistem peradilan yang tidak dapat disebut barometer untuk membuat pemerintahan yang pantas. Untuk itu dikala itu hukum yang tersedia tidak dipercayai oleh masyarakat.
Baca juga : Sejarah Persoalan Negara Federal dan BFO

Kronologi Jatuhnya Pemerintahan Orde Baru

Setelah membahas tentang penyebab jatuhnya pemerintahan orde baru. Selanjutnya saya akan membahas tentang kronologi peristiwa jatuhnya pemerintahan orde baru. Pemerintahan Orde baru mengalami fase kemunduran yang terjadi pada bulan Mei 1998. Berikut penjelasan selengkapnya:

Tragedi di Kampus Trisaksi (12 Mei 1998)
Kronologi jatuhnya pemerintahan orde baru yang pertama berkaitan dengan tragedi di kampus trisakti pada tanggal 12 Mei 1998. Di kampus Trisakti ini memang cukup disesalkan dapat terjadi sebuah tragedi. Mahasiswa di kampus Universitas Trisaksi (Usakti), Jakarta di tembak oleh sejumlah aparat keamanan yang tidak mempunyai rasa kemanusiaan. Di dalamnya terdapat pahlawan reformasi yang mencakup empat mahaiswa. Adapun nama mahasiswa yang telah gugur tersebut ialah mahasiswa ekonomi (Hafidin Royan, Hari Haryanto dan Hendriawan) dan mahasiswa teknik arsitektur (Elang Mulya Lesmana).

Rencana Reshuffle Kabinet (16 Mei 1998)
Kronologi jatuhnya pemerintahan orde baru selanjutnya berkaitan dengan rencana reshuffle kabinet pada tanggal 16 Mei 1998. Rencana ini juga menjadi penyebab jatuhnya pemerintahan Orde Baru. Di Cendana terdapat penyelenggaraan konsultasi dengan Presiden Soeharto yang dilakukan oleh Harmoko (Ketua DPR MPR) beserta empat wakilnya seperti Syarwan Hamid, Fatimah Achmad, Abdul Gafur, dan Ismail Hassan Metareum. Pelaksanaan konsultasi tersebut dijelaskan Harmoko kepada pers bahwa reshuffle Kabinet Pembangunan VII akan dilakukan oleh presiden Soeharto. Hal ini bertujuan untuk membentuk kabinet yang kuat dan tangguh.

Mahasiswa Tuntut Soeharto Mundur dan Tolak Reshuffle (18 Mei 1998)
Kronologi jatuhnya pemerintahan orde baru selanjutnya berkaitan dengan tuntutan mahasiswa agar Soeharto mundur dan menolak terjadinya Reshuffle pada tanggal 18 Mei 1998. Aksi penolakan terjadinya reshuffle kabinet yang dilakukan oleh prakarsa Presiden Soeharto dilakukan oleh 15 orang dari keluarga besar Universitas Gajah Mada Yogyakarta seperti mahasiswa dan para dosen dengan semangat penuh. Balairung UGM adalah tempat berkumpulnya mereka. Saat itu pernyataan sikap dibacakan dalam acara tersebut yakni syarat total reformasi ialah kemunduran presiden Soeharto, memperjuangkan reformasi dengan menolak semua tindakan kekerasan dan mengembalikan ABRI kepada rakyat.

Presiden Soeharto Lengser Keprabon (21 Mei 1998)
Kronologi jatuhnya pemerintahan orde baru selanjutnya berkaitan dengan presiden Soeharto yang lengser keprabon. Pada tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto resmi mengundurkan diri. Kemudian wakil Presiden prof. Dr. Ing. B.J. Habibie sesuai dengan UUD 1945 pasal 8 menyatakan bahwa beliau tetap melanjutkan jabatannya sesuai sisa waktu tahun 1998 - 2003 sebagai presiden atau Mandataris MPR.

Sekian penjelasan mengenai penyebab jatuhnya pemerintahan Orde Baru dan kronologi jatuhnya pemerintahan Orde Baru. Orde Baru ialah masa pemerintahan di Indonesia yang dipegang oleh Presiden Soeharto. Dengan pengeluaran surat perintah 11 Maret 1966 ini menjadi awal munculnya pemerintahan Orde Baru di Indonesia. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

0 Response to "Penyebab Jatuhnya Pemerintahan Orde Baru Beserta Kronologi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel