Konsep Cara Berpikir Diakronis dan Sinkronis Dalam Sejarah

Konsep Cara Berpikir Diakronis dan Sinkronis Dalam Sejarah - Sejarah dapat disebut sebagai ilmu tentang hafalan yakni ilmu menghafal tanggal dan nama suatu peristiwa. Selain itu sejarah juga disebut sebagai suatu permasalahan yang tidak perlu dianalisis karena terjadi di masa lampau. Namun jika kita teliti lehih jauh, sejarah dapat dijadikan sebagai sebuah ilmu pengetahuan yang kaya. Hal ini dikarenakan pengetahuan sejarah tidak hanya sebatas di masa lampau saja sehingga tidak mudah disusun rapi diperpustakaan ataupun digenggam menggunakan tangan kita. Dalam sejarah sendiri terdapat konsep berpikir diakronis dan sinkronis. Lantas bagaimana cara berpikir diakronis dalam sejarah itu? Bagaimana cara berpikir sinkronis dalam sejarah itu?
Konsep Diakronis dan Sinkronis Sejarah
Pengetahuan dalam sejarah ibarat sesuatu yang hanya dapat ditembus oleh interpretasi tajam karena tersimpan dalam suatu tembok dengan teks teks di dalamnya. Pikiran dalam sejarah dapat kita terapkan sebagai wujud peran serta seorang sejarawan dalam menjelajahi kebenaran peristiwa sejarah yang berbentuk rentetan kajadian yang mungkin sifatnya masih samar samar. Sejarah digunakan untuk dokumen lisan, sarana berpikir, sumber lisan, dan ilustrasi peristiwa yang memberikan bayangan tentang masa lalu. Pemikiran sejarah ini dapat diterapkan melalui sinkronis dan diakronis ini. Namun cara berpikir diakronis dalam sejarah dan cara berpikir sinkronis dalam sejarah tidak dapat disamakan. Kali ini saya akan menjelaskan tentang konsep cara berpikir diakronis dan sinkronis dalam sejarah. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Konsep Cara Berpikir Diakronis dan Sinkronis Dalam Sejarah

Dalam pembahasan konsep cara berpikir diakronis dalam sejarah dan cara berpikir sinkronis dalam sejarah ini akan saya bagi menjadi beberapa sub menu. Adapun menu menu di dalamnya yaitu meliputi pengertian berpikir diakronis, ciri ciri berpikir diakronis, pengertian berpikir sinkronis dan ciri ciri berpikir sinkronis. Berikut penjelasan selengkapnya:
Baca juga : Sejarah Kerajaan Islam di Kalimantan Terlengkap

Berpikir Diakronis

Menurut bahasa latin, asal mula kata diakronis dari kata Diachronich atau Diakronik yang dapat dibagi menjadi dua kata yakni kata “Dia” yang berarti melampaui atau melalui dan kata “Chronicus” yang berarti waktu. Jadi diakronik bermakna perpanjangan waktu namun dibatasi oleh ruang. Lantas bagaimanakah cara berpikir diakronis dalam sejarah itu? Pengertian berpikir diakronis ialah cara berpikir dalam menganalisis sesuatu melalui sebuah urutan atau kronologis. Dalam sejarah terdapat kronologi peristiwa digunakan untuk memulihkan kembali sebuah peristiwa secara tepat menurut urutan waktu dan untuk memberikan perbandingan peristiwa sejarah dalam tempat yang berbeda namun waktu kejadiannya sama.

Cara berpikir diakronis dalam sejarah pada dasarnya mementingkan prosesnya sehingga peristiwa tertentu di suatu tempat yang dibicarakan dalam sejarah sesuai dengan kronologis waktu kejadiannya. Sejarah berusaha untuk mengkaji perubahan atau evolusi suatu hal dari waktu ke waktu melalui pendekatan diakronik sehingga seseorang dapat menilai peristiwa sepanjang masa yang mengalami perubahan tersebut. Pendekatan ini digunakan oleh sejarawan untuk meneliti dampak suatu hal yang mengalami perubahan variabel. Maka dari itu mengapa lahirnya kondisi tertentu dari kondisi sebelumnya atau mengapa terjadi kelanjutan/perkembangan kondisi tertentu dapat dikendalikan oleh sejarawan.

Cara berpikir diakronis dalam sejarah dapat kita pahami melalui contoh peristiwa dalam sejarah. Adapun contoh berpikir diakronis yaitu pemahaman tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Jika ditelusuri lebih lanjut, pada abad ke 17 Indonesia telah dijajah oleh Belanda namun bangsa Indonesia melalukan beberapa perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan bangsa. Maka dari itu cara berpikir diakronis lebih mementingkan proses peristiwa yang telah terjadi. Agar anda lebih memahami tentang cara berpikir diakronik, maka dapat anda perhatikan beberapa ciri ciri di dalamnya. Adapun ciri ciri berpikir diakronis yaitu diantaranya:
  • Dalam ruang lebih menyempit dan dalam waktu lebih memanjang.
  • Menganalisis berlakunya dalam waktu.
  • Mementingkan analisis peristiwa sejarah sesuai dengan urutan waktu.
  • Sifatnya vertikal.
  • Memiliki unsur perbandingan.
  • Tidak terlalu menekankan pada aspek tertentu sehingga kajiannya memiliki jangkauan yang lebih luas.
Cara berpikir diakronis dalam sejarah tidak hanya mengenal adanya kronologis saja. Tetapi juga terdapat istilah mengenai periodisasi. Cara berpikir diakronik tersebut dapat dipahami dengan konsep periodisasi dan kronologi ini. Kegunaan periodisasi ialah untuk melihat secara menyeluruh tentang kejadian kejadian di masa lalu. Peninjauan ini dapat dibagi menjadi beberapa aspek seperti aspek ekonomi, sosial, politik, kepercayaan, budaya dan agama. Misalnya peninjauan dalam aspek budaya seperti perkembangan sejarah di Nusantara pada zaman praaksara dan zaman aksara.
Baca juga : Sejarah Kerajaan Islam di Maluku (Ternate dan Tidore)

Berpikir Sinkronis

Setelah membahas tentang cara berpikir diakronis dalam sejarah. Selanjutnya saya akan menjelaskan tentang cara berpikir sinkronis dalam sejarah. Pengertian berpikir sinkronis ialah perluasan pikiran dalam ruang namun dalam waktu lebih terbatas. Kegunaan pendekatan sinkronis ialah untuk ilmu ilmu dalam aspek sosial. Analisis sesuatu dalam pendekatan sinkronik dilakukan di waktu tertentu sehingga tetap pada titik waktunya. Dalam cara berpikir ini hanya meneliti sebuah kondisi seperti apa adanya saja sehingga tidak berupaya untuk menciptakan sebuah kesimpulan berisi partisipasi peristiwa yang dikembangkan dalam keadaan sekarang ini. Istilah perpanjangan waktu tersebut mencakup pertanda sejarah di dalam perpanjangan waktu itu sendiri. Adapun contoh berpikir sinkronis dalam sejarah yaitu penguraian aspek aspek dalam peristiwa Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 seperti aspek hubungan Internasional, sosial, politik dan ekonomi.
Contoh Berpikir Sinkronik dalam Sejarah
Cara berpikir sinkronis dalam sejarah merupakan cara berpikir khusus dalam ilmu ilmu sosial. Tidak heran jika penggunaan sinkronik selalu dalam ilmu sosial seperti ekonomi, politik, sosiologi, antropologi dan ilmu sosial lainnya. Namun pada dasarnya ilmu sosial dan ilmu sejarah saling berhubungan satu sama lain. Maka dari itu kita dapat menggunakan ilmu sosial ketika meneliti sejarah dan sebaliknya. Misalnya seorang ahli ilmu politik dan sosial yang menulis keadaan politik dan sosial di Indonesia tahun 1966 – 1998 pada masa orde baru.

Cara berpikir sinkronis dalam sejarah memiliki ciri cirinya sendiri seperti halnya cara berpikir diakronis dalam sejarah di atas. Adapun beberapa ciri ciri berpikir sinkronis yaitu meliputi:
  • Dalam ruang lebih melebar dan dalam waktu lebih menyempit.
  • Kajiannya memiliki cakupan pada satu hal saja.
  • Kajiannya lebih mendalam dan sangat sistematis.
Menurut pembahasan cara berpikir diakronis dalam sejarah dan cara berpikir sinkronis dalam sejarah di atas. Maka dapat disimulkan bahwa kedua cara berpikir dalam sejarah ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Di bawah ini terdapat penjelasan singkat mengenai konsep berpikir diakronis dan berpikir sinkronis yaitu sebagai berikut:

Konsep Berpikir Diakronik
  • Memiliki pandangan hubungan sebab akibat atau kausalitas dan sesuatu yang bergerak terus mengenai masyarakat.
  • Kehidupan dipelajari secara dimensi waktu yang panjang.
  • Melakukan penguraian peristiwa transformasi dari waktu ke waktu yang berkesinambungan dan terus berlangsung.
Baca juga : Sejarah Kerajaan Islam di Papua Terlengkap
Konsep Berpikir Sinkronik
  • Kehidupan sosial diamati secara dimensi ruang yang luas.
  • Kehidupan masyarakat dipandang sebagai suatu sistem antar unit yang saling berhubungan dan terstruktur.
  • Kehidupan masyarakat diuraikan secara deskriptif.
Sekian penjelasan mengenai konsep cara berpikir diakronis dan sinkronis dalam sejarah. Cara berpikir diakronis dalam sejarah ialah cara berpikir yang lebih memfokuskan pada proses kejadian peristiwanya sehingga waktunya memanjang. Sedangkan cara berpikir sinkronis dalam sejarah ialah cara berpikir yang lebih memfokuskan pada struktur peristiwanya sehingga ruangnya melebar. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda dan terima kasih telah membaca materi berpikir diakronik dan sinkronik sejarah di atas.

0 Response to "Konsep Cara Berpikir Diakronis dan Sinkronis Dalam Sejarah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel