Sejarah Kerajaan Sriwijaya Lengkap Dengan Peninggalan

Sejarah Kerajaan Sriwijaya Lengkap Dengan Peninggalan - Apakah anda tahu mengenai sejarah kerajaan Sriwijaya? Apa saja bentuk peninggalan kerajaan Sriwijaya? Dimanakah letak kerajaan Sriwijaya? Letak dari kerajaan Sriwijaya tersebut dapat diketahui melalui prasasti peninggalan yang ditemukan bahwa kerajaan ini berada di bagian selatan wilayah Sumatra. Pusat pemerintahannya diperkirakan berada di sekitar kota Palembang sekarang ini atau di tepi Sungai Musi. Kerajaan Sriwijaya dari tepi Sungai Musi terus mengalami perluasan sampai ke Laut Jawa bagian barat Bangka, Selat Malaka, Semenanjung Malaya, Selat Sunda, tanah Genting Kra, dan Jambi Hulu.
Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya juga menguasai wilayah laut yang cukup luas sehingga membuat kerajaan ini menjadi salah satu kerajaan Maritim yang cukup besar. Berdasarkan bahasa Sansekerta, kata Sriwijaya, terdiri dari kata “Sri” yang berarti gemilang atau bercahaya dan kata “Wijaya” yang berarti kejayaan atau kemenangan. Nama dari kerajaan Sriwijaya tersebut memiliki arti yakni kemenangan gemilang. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang sejarah kerajaan Sriwijaya lengkap dengan peninggalan kerajaan Sriwijayanya. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Sejarah Kerajaan Sriwijaya Lengkap Dengan Peninggalan

Menurut sejarah kerajaan Sriwijaya, kerajaan ini didirikan pada abad ke 7 dan bercorak agama Budha. Hal ini terbukti dengan penemuan prasasti kedukan Bukit pada tahun 682 di Palembang. Peninggalan kerajaan Sriwijaya tersebut sebenarnya dapat terbagi menjadi beberapa jenis. Sriwijaya merupakan kerajaan di Pulau Sumatra yang terkuat.

Sejarah kerajaan Sriwijaya tersebut juga diambil dari catatan perjalanan I-Tsing yang menjelaskan bahwa Sriwijaya pernah dikunjungi oleh pendeta Tiongkok selama 6 bulan pada tahun 671. Selain itu juga dijelaskan bahwa Kerajaan Sriwijaya ini memiliki pusat yang terletak di Provinsi Riau sekarang atau di kawasan Candi Muara Takus. Raja pertama dari Kerajaan Sriwijaya tersebut bernama Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Di bawah ini terdapat penjelasan mengenai masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya, masa keruntuhan Kerajaan Sriwijaya, raja raja Kerajaan Sriwijaya, dan peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang terkait sejarahnya yaitu diantaranya:
Baca juga : Hasil Kebudayaan Pada Zaman Batu Besar (Megalitikum)

Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya

Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan kuno Indonesia yang banyak disegani bangsa asing. Sebagai salah satu kerajaan adidaya di masanya, tentu kerajaan sriwijaya pernah memiliki masa masa keemasan dimana masa tersebut menjadi puncak keberhasilan sriwijaya. Adapun jaman kejayaan kerajaan sriwijaya harus kita ketahui.

Sejarah kerajaan Sriwijaya yang pertama akan saya bahas berkaitan dengan masa kejayaannya. Masa kejayaan Sriwijaya terjadi pada abad ke 9 – 10 M, dimana saat itu jalur perdagangan maritim di Asia Tenggara dapat dikuasainya. Bahkan hampir semua kerajaan Asia Tenggara telah dikuasai oleh Kerajaan Sriwijaya seperti Sumatra, Thailand, Vietnam, Jawa, Filipina, Semenanjung Malaya, dan Kamboja.

Rute perdagangan lokal juga dikendalikan oleh Sriwijaya melalui bea cukai untuk semua kapal yang lewat. Untuk itulah Sriwijaya dijadikan sebagai penguasa Selat Malaka dan Sunda. Kemudian kekayaan dari Kerajaan Sriwijaya tersebut dikumpulkan melalui jasa gudang perdagangan dan pelabuhan yang mengendalikan pasar India dan Tiongkok.

Masa Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya

Sejarah kerajaan Sriwijaya selanjutnya yang akan saya bahas berkaitan dengan masa keruntuhan atau kemundurannya. Masa kemunduran kerajaan Sriwijaya terjadi ketika penguasa Kerajaan Cholamandala bernama Raja Rajendra Chola melakukan penyerangan sebanyak dua kali yakni pada tahun 1007 M dan 1023 M. Akibatnya bandar kota Sriwijaya dapat direbut. Terjadinya perang tersebut disebabkan oleh persaingan antara Kerajaan Sriwijaya dengan Kerajaan Cholamandala dalam bidang pelayaran dan perdagangan.

Kerajaan Cholamandala melakukan penyerangan dengan tujuan untuk meruntuhkan armada Sriwijaya dan tidak bermaksud untuk menjajah. Hal ini dikarenakan semakin melemahnya ekonomi Kerajaan Sriwijaya akibat para pedagang terus berkurang melakukan perdagangan di Kerajaan Sriwijaya seperti biasanya. Selain itu juga semakin melemahnya kekuatan militer Sriwijaya hingga banyak yang melepaskan diri dari daerah bawahannya. Inilah yang menyebabkan sejarah kerajaan Sriwijaya pada masa keruntuhannya terjadi pada abad ke 13.

Dalam sejarah kerajaan Sriwijaya mengenai masa kemundurannya juga diperkuat dengan adanya kitab Dinasti Sung yang menjelaskan bahwa pada tahun 1178 terdapat utusan terakhir dari Sriwijaya tersebut. Masa keruntuhan Kerajaan Sriwijaya disebabkan oleh beberapa faktor seperti di bawah ini yaitu:
  • Kerajaan Colamandala dari India yang berulang kali menyerang Kerajaan Sriwijaya.
  • Banyak kerajaan taklukan Sriwijaya yang melepaskan diri seperti Tanah Kra, Pahang, Sunda, Ligor, Jambi, dan Kelantan.
  • Memperoleh desakan dari Kerajaan Thailand yang terus berkembang sampai pengaruhnya meluas ke Semenanjung Malaya atau menuju ke arah selatan.
  • Memperoleh desakan dari Kerajaan Singasari yang berpengaruh terhadap hubungan dengan Kerajaan di Jambi (Kerajaan Melayu).
  • Kerajaan Sriwijaya yang semakin mundur dalam bidang perdagangan dan perekonomiannya dikarenakan telah banyak bandar penting yang melepaskan diri.

Daftar Raja Kerajaan Sriwijaya

Sejarah kerajaan Sriwijaya selanjutnya akan saya bahas berkaitan dengan  raja raja yang pernah memerintah dalam kerajaan tersebut. Di bawah ini terdapat beberapa daftar raja Kerajaan Sriwijaya yaitu meliputi:
  • Dapunta Hyang Sri Jayanasa
  • Rudra Vikraman
  • Dharanindra Sanggramadhananjaya
  • Samaratungga
  • Sri UdayadityavarmanSe-li-hou-ta-hia-li-tan
  • Sri CudamanivarmadevaSe-li-chu-la-wu-ni-fu-ma-tian-hwa
  • Sri Indravarman
  • Maharaja WisnuDharmmatunggadewa
  • Samaragrawira
  • Balaputradewa
  • Hie-tche (Haji)
  • Sumatrabhumi
  • Rajendra Dewa KulottunggaTi-hua-ka-lo
  • Rajendra III
  • Srimat Sri Udayadityawarma Pratapaparakrama Rajendra Maulimali Warmadewa
  • Sri MaravijayottunggaSe-li-ma-la-pi
  • Sangramavijayottungga
  • Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa
  • Rajendra II
  • Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa
Baca juga : Hasil Kebudayaan pada Zaman Logam dan Teknik Pembuatan Terlengkap

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Sejarah kerajaan Sriwijaya selanjutnya yang akan saya bahas berkaitan dengan peninggalan kerajaannya. Prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya terdiri dari:

Prasasti Kedukan Bukit
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang pertama ialah prasasti kedukan bukit. Penemuan prasasti kedukan bukit pada tahun 605 SM atau 683 M di Palembang. Prasasti Kerajaan Sriwijaya ini berisi tentang ekspansi Dapunta Hyang selama 8 hari dalam menaklukkan beberapa daerah bersama 20.000 tentaranya. Keberhasilan tersebut membuat kemakmuran bagi Sriwijaya.

Prasasti Talang Tuo
Dalam sejarah Kerajaan Sriwijaya juga terdapat peninggalan yang berbentuk prasasti talang tuo. Penemuan prasasti Talang Tuo berada di Palembang sebelah barat pada tahun 606 SM atau 684 M. Prasasti Kerajaan Sriwijaya ini berisi tentang Taman Sriksetra yang dibuat oleh Dapunta Hyang Sri Jayanaga agar semua makhluk dapat hidup dengan makmur.

Prasasti Kota Kapur
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya selanjutnya ialah prasasti kota kapur. Penemuan prasasti Kota Kapur berada di Bangka dan didalamnya tertulis tahun 608 SM atau 686 M. Prasasti Kerajaan Sriwijaya tersebut berisi permohonan untuk keselamatan kerajaan dan rakyat Sriwijaya kepada Dewa.

Prasasti Karang Birahi
Dalam sejarah Kerajaan Sriwijaya juga terdapat peninggalan yang berbentuk prasasti Karang Birahi. Penemuan prasasti ini terletak di Jambi dan berisi permohonan keselamatan seperti yang tertera di dalam prasasti Kota Kapur. Penemuan prasasti ini pada tahun 608 SM atau 686 M.

Prasasti Talang Batu
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya selanjutnya ialah prasasti Talang Batu. Tahun penemuan dari prasasti Talang Batu belum diketahui, tetapi penemuannya berada di Palembang. Isi dari prasasti Talang Batu ialah kutukan karena melanggar perintah raja dan untuk pelaku kejahatan.

Prasasti Palas Pasemah
Dalam sejarah Kerajaan Sriwijaya juga terdapat peninggalan yang berbentuk prasasti palas pasemah. Prasasti ini juga tidak tertulis tahun  angkanya. Penemuan prasasti ini berada di Lampung Selatan dan isinya tentang Lampung Selatan yang berhasil diduduki oleh Sriwijaya.

Prasasti Ligor
Peninggalan Kerajaan Sriwijaya selanjutnya ialah prasasti Ligor. Penemuan prasasti Kerajaan Sriwijaya ini berada di tanah Genting Kra pada tahun 679 SM atau 775 M. Isi prasasti Ligor ialah cerita Darmaseta yang menguasai Sriwijaya dikala itu.

Sekian penjelasan mengenai sejarah Kerajaan Sriwijaya lengkap dengan peninggalan Kerajaan Sriwijayanya. Kerajaan Sriwijaya terletak di bagian selatan wilayah Sumatra berdasarkan peninggalan sejarah yang telah ditemukan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

0 Response to "Sejarah Kerajaan Sriwijaya Lengkap Dengan Peninggalan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel