Sejarah Kerajaan Medang Kamulan (Mataram Kuno)

Sejarah Kerajaan Medang Kamulan (Mataram Kuno) - Tahukan anda mengenai sejarah kerajaan Medang Kamulan? Apakah sejarah kerajaan Mataram Kuno sama dengan Kerajaan Medang Kamulan? Siapakah yang mendirikan Kerajaan Medang Kamulan itu? Pendiri kerajaan ini ialah Mpu Sindok setelah pusat pemerintahan di Jawa Tengah telah dipindahkan ke Jawa Timur. Menurut beberapa prasasti, Kerajaan Medang Kamulan terletak di muara Sungai Brantas dengan nama ibukota yakni Watan Mas. Kerajaan Medang Kamulan dapat disebut juga dengan kerajaan Mataram Hindu atau Kerajaan Mataram Kuno.

Sejarah Mataram Kuno tersebut pada dasarnya adalah sejarah kerajaan Medang Kamulan. Kerajaan Medang Kamulan ialah kerajaan yang berdiri pada abad ke 10 di Jawa Timur. Seperti yang telah kita ketahui bahwa pendiri Kerajaan Medang Kamulan ialah Mpu Sindok. Untuk itu pada masa pemerintahan Mpu Sindok, kerajaan ini memiliki beberapa daerah kekuasaan yang terdiri dari daerah sebelah barat Nganjuk, sebelah utara Surabaya, sebelah timur Pasuruan, dan sebelah selatan Malang.
Periode Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur dan Jawa Tengah
Menurut sejarah, kerajaan ini terus memperluas kerajaan yang terdapat di Jawa Timur. Untuk itu Kerajaan Medang Kamulan terus mengalami perkembangan dalam daerah kekuasaan yang dapat mencakup hampir semua wilayah di Jawa Timur. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang sejarah kerajaan Medang Kamulan. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Sejarah Kerajaan Medang Kamulan (Mataram Kuno)

Sejarah tentang kerajaan medang Kamulan diperoleh melalui sumber sumber sejarahnya. Sumber sejarah tersebut dapat berupa peninggalan kerajaan Medang Kamulan. Adapun beberapa sumber sejarah dari Kerajaan Medang Kamulan yaitu meliputi:

Prasasti
Sumber sejarah Kerajaan Medang Kamulan yang pertama dapat berbentuk prasasti. Di bawah ini terdapat beberapa prasasti peninggalam kerajaan Medang Kamulan yaitu diantaranya:
Baca juga : Hasil Kebudayaan Pada Zaman Batu Besar (Megalitikum)
Prasasti Mpu Sindok
Prasasti Mpu Sindok merupakan prasasti Kerajaan Medang Kamulan yang isinya kisah Sima dijadikan sebagai bangunan suci. Jumlah prasasti ini kurang lebih 20 prasasti. Sima ialah tanah pemberian raja di sebuah daerah untuk masyarakat yang telah berjasa untuk keperluan kerajaan. Untuk itu kerajaan tersebut sangat melindungi Tanah Sima tersebut.

Prasasti Hujung Langi atau Bawang
Sumber sejarah kerajaan Medang Kamulan selanjutnya ialah prasasti Hujung Langit. Isi dari prasasti bawang ialah kisah Raja Dharmawangsa pada tahun 947 M saat menyerang Sriwijaya.

Prasasti Pucangan
Prasasti Pucangan ialah peninggalan kerajaan Medang Kamulan yang didirikan pada tahun 1041 M oleh Raja Airlangga. Isi prasasti Pucangan ialah bentuk penghormatan kepada Raja Airlangga, Brahmana, Syiwa, dan Wisnu. Selain itu prasasti ini juga berisi tentang keruntuhan Kerajaan Medang Kamulan beserta silsilah dari Raja Airlangga.

Prasasti Anjukladang
Sumber sejarah kerajaan Medang Kamulan selanjutnya ialah prasasti Anjukladang. Isi prasasti ini ialah informasi mengenai perintah Raja Mpu Sindok untuk menganugerahkan tanah sawah di Anjukladang kepada rakyatnya. Selain itu juga berisi informasi mengenai pasukan Melayu yang dapat menghalau daerah dekat Nganjuk ketika dikala itu raja Kerajaan Medang Kamulan belum diberikan kepada Mpu Sindok.

Berita Asing
Sumber sejarah Kerajaan Medang Kamulan selanjutnya dapat berbentuk berita asing. Di bawah ini terdapat beberapa berita asing kerajaan Medang Kamulan yaitu meliputi:

Berita dari India
Berita yang berasal dari India ini berisi informasi mengenai terjalinnya hubungan antara Kerajaan Sriwijaya dengan Kerajaan Cola. Hal ini dilakukan untuk menghalangi dan membendung Kerajaan Medang Kamulan agar tidak mengalami kemajuan pada masa pemerintahan Raja Dharmawangsa.

Berita dari Cina
Sumber sejarah Kerajaan Medang Kamulan selanjutnya berupa berita dari Cina. Asal mula berita tersebut ialah dari catatan zaman Dinasti Sung yang ditulis dengan penjelasan bahwa dikala itu terjadi permusuhan antara kerajaan yang terdapat di Kerajaan Sriwijaya maupun di Jawa. Maka dari itu pada tahun 990, ketika pulangnya duta Sriwijaya maka harus tinggal di Champa terlebih dahulu dengan terpaksa hingga perangnya reda. Kemudian pada tahun 992, Kerajaan Medang Kamulan dapat membuat perdagangan dan pelayarannya menjadi lebih maju serta pasukan yang berasal dari Jawa juga telah meninggalkan Sriwijaya.

Kehidupan Politik Kerajaan Medang Kamulan

Dalam sejarah Kerajaan Medang Kamulan juga dijelaskan bahwa kerajaan ini telah dipimpin oleh beberapa raja. Raja raja yang pernah memerintah kerajaan Medang Kamulan memiliki kehidupan politik yang berbeda beda. Adapun beberapa daftar raja Kerajaan Medang Kamulan yaitu meliputi:

Raja Mpu Sindok
Raja kerajaan Medang Kamulan yang pertama ialah Mpu Sindok. Raja tersebut memiliki gelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isyana Wikrama Dharmatunggadewa.

Dharmawangsa Teguh
Dharmawangsa Teguh merupakan raja selanjutnya dalam sejarah Kerajaan Medang Kamulan. Raja Dharmawangsa Teguh ialah seorang raja yang dikenal memiliki ketajaman dalam pandangan politik serta merupakan cucu dari raja Mpu Sindok. Pada tahun 1003, pusat perdagangan milik Sriwijaa di Selat Malaka ingin direbut oleh Dharmawangsa Teguh dengan mengirimkan tentara tentaranya untuk menyerang. Namun penyerangan ini gagal untuk dilakukan, bahkan terjadi serangan balik menuju Medang Kamulan yang dilakukan oleh Kerajaan Sriwijaya melalui Kerajaan Wurawari. Akibatnya pada tahun 1016, kerajaan Medang Kamulan menjadi hancur karena serangan tersebut. Hal ini membuat Raja Dharmawangsa Teguh menjadi gugur. Peristiwa ini dapat dinamakan dengan Pralaya Medang.

Airlangga
Airlangga merupakan saudara perempuan Dharmawangsa Teguh serta putra dari Raja Udayana dan Mahendradatta. Kemudian terjadi pernikahan antara Airlangga dengan putri dari Dharmawangsa Teguh. Kerajaan Medang Kamulan pada saat upacara pernikahan ini mendapatkan serbuan dari Kerajaan Wurawari. Hal ini menyebabkan Kerajaan Medang Kamulan menjadi hancur.
Baca juga : Hasil Kebudayaan pada Zaman Logam dan Teknik Pembuatan Terlengkap
Dalam sejarah Kerajaan Medang Kamulan menceritakan bahwa dikala itu Airlangga dapat berhasil melarikan diri dan bersembunyi di hutan beserta Narottama (pengikut setianya). Setelah itu saat Airlangga telah kembali merasa kuat, kemudian ia akan menuju ke Kerajaan Medang Kamulan lagi. Lalu pada tahun 1019, Airlangga dapat berhasil menguasai kerajaan itu lagi dan memiliki gelar Rakai Halu Sri Lakeswara Dharmawangsa Airlangga Teguh Ananta Wirakramatunggadewa. Kerajaan Medang Kamulan ingin dipulihkan lagi kewibawaannya melalui upaya yang dilakukan oleh Airlangga. Akhirnya pusat pemerintahan Medang Kamulan dapat dipindahkan oleh Airlangga menuju ke Kahuripan. Selain itu Airlangga juga melakukan beberapa tindakan agar kesejahteraan rakyat dapat diperbaiki yaitu melalui:

  • Melakukan perbaikan Pelabuhan Hujung Galuh yang terletak di Muara Sungai Brantas.
  • Melakukan pencegahan banjir melalui pembangunan Waduk Waringin Sapta.
  • Melakukan pembangunan jalan untuk menghubungkan pusat kerajaan dengan daerah pesisir.
Pada pemerintahan Airlangga, Kerajaan Medang Kamulan dapat menggapai kemakmuran dan kejayaan. Setelah itu Airlangga masuk ke tahap kependeraan ketika kerajaan telah sejahtera. Tahta tersebut kemudian diberikan kepada putri permaisurinya. Namun putri tersebut lebih memilih untuk menjadi pertapa. Akhirnya kerajaan diberikan kepada putri yang lahir dari selir Airlangga. Menurut sejarah kerajaan Medang Kamulan, kerajaan ini dibagi menjadi Kerajaan Kediri (Panjalu) dan Kerajaan Jenggala. Kerajaan ini memang di bagi dua oleh Airlangga dengan maksud untuk mengantisipasi terjadinya perang saudara nantinya. Akhirnya pembagian dua kerajaan ini memperoleh bantuan dari Mpu Barada untuk membuat batas berupa Gunung Kawi. Ibukota kerajaan Jenggala berada di Kahuripan dan ibukota Kerajaan Panjalu berada di Kediri atau Daha.

Kehidupan Budaya Kerajaan Medang Kamulan

Sejarah kerajaan Medang Kamulan yang akan saya bahas selanjutnya berkaitan dengan kehidupan budayanya. Kerajaan ini memiliki kebuyaaan yang sudah cukup maju. Hal ini telah dijelaskan pada prasasti peninggalam Kerajaan Medang Kamulan yang telah ditemukan sekarang ini. Contohnya penemuan prasasti di Bangil yang isinya perintah Raja Mpu Sindok untuk membuat candi sebagai tempat pemakaman Rakaryan Bawang (ayah permaisuri).

Adapula prasasti Lor yang ditemukan di dekat Nganjuk. Menurut perkiraan prasasti ini sudah ada sejak tahun 939 dan berisi tentang keinginan Mpu Sindok untuk membuat candi di desa Anyok Lodang sebagai tugu kemenangan yang bernama Jayastambho dan Jayamarta. Adapula candi peninggalan Kerajaan Medang Kamulan yang terdapat di Lereng Gunung Penanggungan yakni di Kompleks Candi Belahan sebagai tempat jenazah Airlangga disemayamkan.

Peninggalan sejarah Kerajaan Medang Kamulan tidak hanya berupa prasasti saja, melainkan masih adapula kitab kitab yang terdiri dari kitab karya Mpu Kanwa seperti kitab Arjunawiwaha dan kitab Sang Hyang Kamahayanikan. Di dalam kitab Arjunawiwaha terdapat penjelasan mengenai kehidupan dan pengalaman dari Airlangga.

Sekian penjelasan mengenai sejarah Kerajaan Medang Kamulan atau Kerajaan Mataram Kuno. Kerajaan Medang Kamulan ialan kerajaan yang berdiri pada abad ke 10 di Jawa Timur oleh Mpu Sindok. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

0 Response to "Sejarah Kerajaan Medang Kamulan (Mataram Kuno)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel