Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Dalam Konteks Sejarah dan Geopolitik

Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Dalam Konteks Sejarah dan Geopolitik - Kemerdekaan Indonesia dapat kita nikmati karena semua itu merupakan keberuntungan bagi kita. Jika kita kembali dalam sejarah zaman penjajahan maka dapat kita lihat bahwa bangsa Indonesia dikala itu sangat menderita. Para pahlawan melakukan perjuangan yang keras untuk meraih kemerdekaan Indonesia.

Untuk itu kita harus memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara, baik dalam konteks geopolitik maupun sejarah. Seperti yang telah kita ketahui bahwa bangsa Indonesia mempunyai keberagaman di berbagai aspek kehidupan sejak dulu. Bahkan bangsa kita dapat melemah jika tidak memiliki adanya persatuan antar rakyatnya. Meskipun kegagalan tersebut diatasi dengan berbagai upaya perlawanan.
Proses Terjadinya Berbangsa dan Bernegara
Bangsa Indonesia telah menyadari akan pentingnya kesatuan sejak awal abad ke 20 sehingga dapat mencapai kemerdekaan abadi sebagai cita cita bersama. Setelah persatuan mulai ada, maka hasil perlawanan yang dilakukan mulai tercipta sedikit demi sedikit. Sampai pada akhirnya dapat mencapai kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Inilah yang menjadi bukti adanya senjata perlawanan penjajah yang paling ampuh yaitu persatuan dan kesatuan. Nah kali ini saya akan menjelaskan tentang kesadaran berbangsa dan bernegara dalam konteks sejarah dan geopolitik. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Dalam Konteks Sejarah dan Geopolitik

Berdasarkan konteks geopilitik, Indonesia terletak di persimpangan jalur perdagangan dunia sehingga tersusun dari pulau pulau yang sangat rawan. Maka dari itu berpotensi untuk dipecah belah dan diberbagai penjuru dapat dengan mudah dimasuki oleh macam macam serangan asing. Apa bentuk kesadaran berbangsa dan bernegara dalam konteks sejarah? Apa saja bentuk kesadaran berbangsa maupun bernegara dalam konteks Geopolitik?

Pengertian geopolitik ialah sebuah ilmu yang menjelaskan tentang masalah masalah sejarah, ilmu sosial dan geografi, dimana ditujukan untuk percaturan politik tingkat Internasional. Pembahasan yang terdapat didalamnya mencakup arti politis dan strategis wilayah geografis, sumber daya alam dan luas wilayah tersebut. Selain itu juga dikaitkan dengan kesadaran berbangsa dan bernegara. Di bawah ini terdapat beberapa unsur pembangunan berdasarkan konsep geopolitik yaitu meliputi:
  • Strategi dan politik.
  • Unsur kebijaksanaan.
  • Keadaan geografis.
  • Hubungan timbal balik antara politik dengan geografi.
Kesadaran berbangsa dan bernegara dalam konteks geopolitik membutuhkan posisi yang kuat dalam sebuah negara dibandingkan negara lain. Dengan begitu organisasi Internasional dapat dibentuk sesuai dengan geopolitik seperti MEE, ASEAN, dan lain lain. Kita harus dapat mempertahankan dan mengisi kemerdekaan sekarang ini. Kewajiban ini sesuai dengan slogan bangsa kita yang bertanggung jawab. Selain itu kita juga harus mengambil beberapa teladan dari para pahlawan seperti sikap kepahlawanan, nasionalisme dan patriotisme.

Nilai nasionalisme dalam kesadaran berbangsa dan bernegara dapat dipaparkan melalui rasa dan semangat mempunyai suatu bangsa. Nilai tersebut dapat dijabarkan melalui sikap rela berkorban untuk bangsa kita agar berdiri tegak. Kemudian nilai patriotisme dapat dijelaskan sebagai sebuah rasa atau semangat rela hati untuk mempertaruhkan nyawa dan menyerahkan harta benda demi menjaga kemerdekaan Indonesia. 

Sekarang ini nilai nilai perjuangan dan kepahlawanan yang dimiliki oleh generasi muda mulai mengalami kemerosotan dan penurunan. Bahkan tokoh tokoh pahlawan nasional dan daerah kurang dikenal oleh mereka. Seandainya mereka mengenal tentunya hanya sebatas tokoh dan namanya saja. Hal inilah yang membuat kesadaran berbangsa dan bernegara dalam konteks sejarah menjadi menurun dan berkurang. Nilai nilai perjuangan dan kepahlawanan tersebut kurang dipahami dan diketahui oleh generasi muda dikarenakan beberapa sebab di bawah ini:
  • Proses pendidikan sekolah seperti kurangnya pelajaran nilai nilai kepahlawanan bagi generasi muda, baik tingkat SD, SMP, SMA ataupun mahasiswa.
  • Disebabkan materi dalam bidang pendidikan seperti pendidikan sejarah bangsa yang hanya sekilas dipelajari oleh generasi muda.
  • Disebabkan makna jasa pahlawan yang dikenang seperti kegiatan upacara yang dilakukan oleh generasi muda dirasa kurang bermakna. Kejadian seperti ini terjadi saat mengheningkan cipta yang bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan.
  • Disebabkan aktivitas sehari hari seperti kegiatan kegiatan yang berhubungan dengan perjuangan para pahlawan kurang membahas tentang nilai nilai kepahlawanan didalamnya.
  • Proses pendidikan di luar sekolah seperti pendidikan melalui elektronik atau media cetak yang kurang memfokuskan pada nilai nilai perjuangan dan kepahlawanan. Pendidikan diluar sekolah ini hanya lebih merujuk pada nilai duniawi yang bersifat materialistik.
Kita sebagai generasi muda seharusnya memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara karena kemerdekaan yang kita nikmati adalah jerih payah dari para pahlawan. Kita hanya perlu meneruskan perjuangan pahlawan dengan cara mengamalkan, memahami dan menghayati nilai nilai perjuangan dan kepahlawanannya dalam kehidupan sehari hari. Bahkan warga negara dan pemerintah memerlukan sebuah wawasan nasional agar tujuan nasional itu sendiri dapat terwujud. Wawasan Nasional ialah cara pandang yang menegara bagi suatu bangsa mengenai lingkungan dan diri sendiri sehingga dapat terhubung semua eksistensinya serta dapat mewujudkan pembangunan dalam lingkup global, nasional dan regional.

Pembentukan dan penjiwaan wawasan nasional bagi suatu bangsa berkaitan dengan pemahaman geopolitik dan kekuasaan yang dianutnya. Bangsa Indonesia menganut wawasan nasional atau wawasan kebangsaan yang dikembangkan dalam bentuk Pancasila sebagai pedoman hidupnya. Maka dari itu negara Indonesia memiliki wawasan nasional yang menciptakan kehendak persatuan tanpa menghilangkan karakter, ciri ciri dan sifat kebhinnekaan (keberagaman) unsur unsur yang membentuk bangsa seperti etnis, daerah atau wilayah, suku bangsa maupun golongan. Kesadaran berbangsa dan bernegara menganut gagasan yang menjadi adanya kesatuan dan persatuan kebhinnekaan sehingga bangsa Indonesia dapat memiliki cara pandangnya sendiri terhadap lingkungan dan dirinya sendiri. Pemikiran seperti ini dapat dinamakan dengan wawasan Nusantara atau wawasan nasional Indonesia.

Berdasarkan geopolitik Indonesia, pengertian wawasan Nusantara ialah sikap dan cara pandang bangsa Indonesia tentang lingkungan dan dirinya sendiri yang bernilai dan beraneka ragam strategis dengan mementingkan kesatuan dan persauan, menghormati serta menghargai kebhinnekaan di semua bidang kehidupan. Kesadaran berbangsa dan bernegara memang sangat penting untuk dipahami dan ditanamkan dalam diri setiap rakyat mulai usia dini. Namun sekarang ini sering terjadi penurunan akan pentingnya kesadaran dalam berbangsa dan bernegara. Hal ini terlihat dari adanya berbagai peristiwa yang terjadi, contohnya banyak pejabat dan rakyat yang melakukan tindakan melanggar hukum seperti pencemaran lingkungan, korupsi, mendewakan produk negara lain, bertindak anarkis, dan sebagainya.

Kesadaran berbangsa dan bernegara memang sangat penting ditanamkan dalam diri para generasi muda. Hal ini dikarenakan perjalangan bangsa Indonesia yang panjang tidak dapat dilepaskan dari adanya pemuda penerus bangsa. Arti berbangsa dan bernegara harus diterapkan oleh para pemuda dengan pemikiran yang lebih kreatif. Hal ini dikarenakan bangsa Indonesia merupakan wilayah kepulauan yang secara nasional telah terintegrasi melalui daerah lautan dan daratan yang dibentuk menjadi sebuah negara kesatuan. Dengan begitu pembangunan ekonomi dapat dilaksanakan demi merealisasikan impian yang terkandung dalam UUD 1945. Maka dari itu kesejahteraan masyarakatnya dapat terwujud.

Sekian penjelasan mengenai kesadaran berbangsa dan bernegara dalam konteks sejarah dan geopolitik. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

0 Response to "Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Dalam Konteks Sejarah dan Geopolitik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel