Hasil Kebudayaan pada Zaman Logam dan Teknik Pembuatan Terlengkap

Hasil Kebudayaan pada Zaman Logam dan Teknik Pembuatan Terlengkap - Pada zaman manusia purba telah mengalami beberapa masa kehidupan. Setelah melewati Zaman Batu, manusia di bumi masuk ke tahap peradaban pada zaman Logam. Manusia pada zaman Logam menggunakan peralatan yang tidak hanya terbuat dari batu saja, melainkan telah berkembang menggunakan alat dari logam baik perunggu maupun besi. Di Indonesia, manusia zaman batu mengenal peralatan logam sebagai Kebudayaan dari Dongson, Vietnam. Namun kebudayaan perunggu yang dikenal oleh Vietnam merupakan kebudayaan untuk Asia Tenggara. Lantas apa saja hasil kebudayaan zaman logam itu? Bagaimana teknik pembuatan barang dari logamnya?

Teknik pembuatan hasil kebudayaan pada Zaman Logam telah melalui perkembangan. Hal ini terlihat dari beberapa hasil budaya zaman Logam yang ditemukan sekarang ini. Hasil peninggalan zaman logam tersebut menjadi bukti bahwa manusia purba telah melalui beberapa fase kehidupan. Apakah anda tahu mengapa dinamakan dengan zaman logam? Masyarakat menamakan masa tersebut sebagai zaman logam karena kehidupan manusianya telah didukung dengan adanya pembuatan, pengolahan dan peleburan alat alat dari logam. Inilah yang menjadi bukti adanya hasil kebudayaan zaman logam.
Ilustrasi Kehidupan pada Zaman Logam
Hasil budaya pada zaman logam diperoleh dari pengaruh kebudayaan Dongson Vietnam sehingga mereka dapat memperoleh kepandaian dalam mengolah logam tersebut. Meskipun pada masa ini telah terdapat hasil kebudayaan zaman logam seperti alat alat dari logam, namun untuk keperluan sehari hari mereka tetap menggunakan gerabah maupun alat alat batu lainnya. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang hasil kebudayaan pada zaman logam dan teknik pembuatan hasil budaya zaman logam terlengkap. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Hasil Kebudayaan pada Zaman Logam dan Teknik Pembuatan Terlengkap

Hasil kebudayaan zaman logam menggambarkan adanya kemajuan teknologi dan ilmu pada masa itu. Pembuatan benda yang berasal dari logam sendiri membutuhkan proses yang rumit. Berbeda lagi dengan pengolahan benda dari batu yang langsung dibuat oleh manusia zaman batu. Logam dapat diperoleh melalui proses peleburan biji biji logam sehingga dapat dijadikan sebagai batangan ataupun lempengan logam itu sendiri. Setelah itu lempengan logam baru dapat dijadikan sebagai perkakas atau barang jadi. Untuk itulah hasil budaya zaman logam menjadi tolak ukur kemajuan teknologi dan ilmu bagi manusia purba.

Di Indonesia terdapat masa zaman logam yang berbeda dengan zaman logam di Eropa. Zaman logam yang terdapat di Eropa memiliki tiga fase seperti zaman besi, zaman tembaga dan zaman perunggu. Sedangkan untuk negara Indonesia tidak mengenal adanya zaman tembaga menurut para ahli sejarah dan ahli arkeologi. Masing masing fase memiliki hasil kebudayaan pada zaman logam yang berbeda beda. Berikut penjelasan selengkapnya:

Zaman Perunggu

Hasil kebudayaan zaman logam yang pertama akan saya bahas terjadi pada masa zaman perunggu. Zaman perunggu adalah fase dalam sejarah yang cukup penting. Selain itu zaman perunggu dapat diartikan sebagai zaman dimana alat alat yang digunakan oleh manusia banyak yang berasal dari perunggu. Hasil budaya zaman logam ini dapat berupa alat alat yang terbuat dari perunggu. Adapun contoh benda benda kebudayaan zaman perunggu yaitu nekara, bejana perunggu dan kapak corong.

Perunggu adalah jenis logam yang berasal dari campuran tembaga dengan timah putih. Pada zaman perunggu ini, masyarakatnya dapat menciptakan dua macam benda seperti benda untuk kepentingan upacara keagamaan dan untuk keperluan sehari hari. Adapun hasil kebudayaan pada zaman logam ini yaitu diantaranya:

Nekara Perunggu
Nekara merupakan hasil kebudayaan zaman logam pada masa perunggu. Nekara ialah genderang besar dengan pinggang pada bagian tengahnya dan bagian atas tertutup serta pembuatannya berasal dari perunggu. Fungsi dari nekara adalah untuk simbol status sosial dan sarana upacara, baik upacara kematian ataupun kesuburan. Selain itu nekara juga berfungsi untuk memanggil hujan dan memanggil roh leluhur agar turun kedunia memberikan berkatnya. Hal ini terlihat dalam beberapa nekara yang memiliki hiasan tertentu.
Gambar Nekara Perunggu
Hasil kebudayaan pada zaman logam seperti nekara ini ditemukan di Jawa, Bali, Kepulauan Kei, Sumatra, Pulau Sangean, Selayar dan Rote. Sedangkan di Pura Penataran Sasih yang terdapat di Desa Intarn Daerah Pejeng Bali telah ditemukan Nekara terbesar dengan tinggi 198 cm dan bergaris tengah 160 cm. Adapula hasil budaya zaman logam seperti nekara langsing dan terkecil yang ditemukan di Alor yaitu dinamakan Mako atau Moko.

Kapak Corong atau Kapak Sepatu
Kapak corong merupakan hasil kebudayaan zaman logam pada masa perunggu. Kapak corong ialah kapak yang memiliki bagian tanggkai menyerupai corong dan bagian tajamnya menyerupai kapak batu. Bagian corong berguna untuk tempat pemasangan tangkai kayu yang menyiku menyerupai bentuk kaki. Maka dari itu kapak corong dapat dinamakan dengan kapak sepatu.
Gambar Kapak Corong (Kapak Sepatu)
Hasil kebudayaan pada zaman logam seperti kapak corong ini memiliki ukuran dan bentuk yang beraneka ragam. Ada yang memiliki bagian tajam melengkung panjang (candrasa) maupun lurus. Kemudian bagian tangkainya ada yang terbelah dua menyerupai ekor burung pada layang layang, ada yang lurus maupun melengkung. Fungsi kapak corong pada zaman perunggu ialah untuk mencangkul. Sedangkan kegunaan kapak corong kecil ialah untuk mengerjakan kayu. Adapula kapak corong dengan bagian tajam melengkung panjang yang berguna untuk tanda kebesaran kepala suku ataupun untuk upacara. 
Baca juga : 1 Kwintal Berapa Kg? Berikut Jawaban Selengkapnya
Hasil budaya pada zaman logam seperti kapak corong ini biasanya dihiasi dengan beberapa pola hiasan jika digunakan untuk upacara. Penemuan kapak corong tersebut berada di Kepulauan Selayar, Sumatra Selatan, dekat Danau Sentani Papua, Jawa Bali, dan Sulawesi Tengah.

Bejana Perunggu
Bejana perunggu merupakan hasil kebudayaan zaman logam pada masa perunggu. Bejana perunggu ialah benda yang bentuknya menyerupai gitar Spanyol namun tidak memiliki tangkai. Bejana perunggu ini mempunyai pola hiasan yang menyerupai huruf J dan hiasan anyaman. Para ahli di Indonesia menemukan bejana perunggu di daerah Sumatra dan Madura.
Gambar Bejana Perunggu
Penemuan hasil kebudayaan pada zaman logam seperti bejana ini berada di daerah Pnom Penh, Kamboja. Hasil peninggalan zaman perunggu ini menjadi bukti bahwa kebudayaan logam di Indonesia tergolong dalam satu kebudayaan logam Asia yang pusatnya terdapat di Dongson. Maka dari itu di Indonesia terdapat kebudayaan zaman perunggu yang disebut dengan kebudayaan Dongson.

Perhiasan Perunggu
Gambar Perhiasan Perunggu
Perhiasan perunggu merupakan hasil kebudayaan zaman logam pada masa perunggu. Perhiasan perunggu pada masa itu digunakan untuk bekal kubur. Penemuan aneka ragam bentuk perhiasan tersebut berada di daerah Malang, Bogor, dan Bali. Kebudayaan zaman perunggu seperti perhiasan ini penemuannya bersama sama dengan penemuan benda benda peninggalan perunggu lainnya.

Arca Perunggu
Hasil kebudayaan pada zaman logam selanjutnya dapat berupa arca perunggu. Arca perunggu adalah hasil budaya zaman logam yang menjelaskan tentang binatang dan manusia pada masa perunggu. Penemuan arca ini terdapat di daerah Lumajang Jawa Timur, Bangkinang Riau, Palembang, dan Bogor. Arca tersebut memiliki bentuk yang beragam seperti orang yang memegang busur panah, sedang menari, maupun naik kuda. Bagian kepala arca terdapat tempat yang digunakan untuk menggantung atau mengaitkan tali.

Gerabah
Hasil kebudayaan zaman logam selanjutnya dapat berupa gerabah. Gerabah hasil budaya zaman logam yang memiliki kemajuan dalam ragam hiasnya. Bahkan gerabah tersebut semakin banyak jenisnya seperti belangga tempat air, mangkuk, kendi, tempayan dan sebagainya. Selain itu adapula gerabah yang berguna untuk bekal kubur seperti manik manik tanah liat yang dihiasi dengan warna warni dan dibakar, mangkuk, belangga, ataupun kendi. Gerabah ditemukan di daerah Leuwiliang Bogor, Gilimanuk Bali, dan Anyer Jawa Barat.

Zaman Besi

Hasil kebudayaan zaman logam selanjutnya yang akan saya bahas terjadi pada masa zaman besi. Zaman besi adalah zaman dimana peralatan yang digunakan manusia berasal dari besi. Pembuatan alat alat tersebut dimaksudkan agar alatnya dapat digunakan berulang kali dan lebih kuat. Alat alat dari besi yang dapat dihasilkan tersebut membutuhkan kemampuan dan teknologi baru.

Pada zaman besi para manusianya dapat meleburkan biji biji besi untuk dibuat menjadi macam macam peralatan. Alat alat yang telah dibuat tersebut menggunakan teknik a cire perdue atau teknik cetak tuang. Hasil budaya pada zaman logam tersebut pada akhirnya dapat ditemukan dan menjadi benda benda bersejarah.

Teknik Pembuatan Hasil Kebudayaan pada Zaman Logam

Hasil kebudayaan zaman logam dapat berupa barang barang perunggu yang pebuatannya menggunakan teknik cetak tuang (teknik a cire perdue) dan teknik dua setangkup (teknik bivalve). Adapun penjelasan mengenai masing masing teknik pembuatan barang dari logam yaitu sebagai berikut:

Teknik Cetak Tuang (Teknik a Cire Perdue)
Teknik pembuatan hasil kebudayaan pada zaman logam yang pertama ialah teknik cetak tuang atau teknik a cire perdue. Adapun langkah langkah pembuatan benda logam menggunakan teknik tersebut yaitu meliputi:
  • Langkah pertama ialah membuat model logam menggunakan lilin dan bahan dasar sesuai keinginan.
  • Lapisi model lilin menggunakan tanah liat. Setelah tanah liat mengeras kemudian dipanaskan dengan api sehingga dapat mencairkan lilin melalui lubang bawah dibagian modelnya.
  • Bagian atas model telah dipersiapkan lubang untuk memasukkan cairan logam. Lalu tunggu sampai dingin cairan logamnya.
  • Kemudian pecahkan model tanah liat setelah logam cairnya dingin. Benda logam yang diinginkan akhirnya telah jadi.
Teknik pembuatan hasil budaya pada zaman logam ini memiliki kelebihan dan kekurangannya. Adapun kelebihan teknik cetak tuang yaitu detail dari benda yang diinginkan menjadi lebih sempurna. Sedangkan kekurangan teknik a cire perdue ialah hanya dapat menggunakan cetakan modelnya sekali saja.

Teknik Dua Setangkup atau Teknik Bivalve
Teknik pembuatan hasil kebudayaan zaman logam selanjutnya ialah teknik dua setangkup atau teknik bivalve. Adapun langkah langkah pembuatan benda logam menggunakan teknik tersebut yaitu meliputi:
  • Langkah pertama membuat cetakan model dengan model yang ditangkupkan.
  • Setelah itu logam cair dituangkan dalam cetakan tadi.
  • Lalu saling ditangkupkan kedua cetakan tersebut.
  • Tunggu sampai logam dingin sehingga dapat dibuka cetakannya.
  • Benda logam yang dibuat telah jadi.
Teknik pembuatan hasil kebudayaan pada zaman logam ini memiliki kelebihan dan kekurangannya. Adapun kelebihan teknik dua setangkup yaitu dapat menggunakan cetakannya berulang kali. Sedangkan kekurangan teknik bivalve ialah benda logam yang telah jadi terdapat rongga di dalamnya sehingga bendanya tidak terlalu kuat.

Sekian penjelasan mengenai hasil kebudayaan pada zaman logam beserta teknik pembuatan hasil kebudayaan zaman logam terlengkap. Zaman logam ialah zaman yang ditandai dengan kemampuan manusia dalam mengolah alat alat dari logam. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah membaca materi hasil budaya zaman logam di atas.

0 Response to "Hasil Kebudayaan pada Zaman Logam dan Teknik Pembuatan Terlengkap"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel